ilustrasi/admin(shutterstock.com)
Perang Dunia-3 (PD-3) meskipun semua
kita tidak menghendakinya, dilain pihak para penguasa yang haus dengan
kekuasaan terhadap kawasan regional dan global telah menciptakan
benih-benih terjadinya PD-3 dalam waktu dekat ini.
Banyak sudah prediksi atau
ekspektasi saat terjadinya PD-3 (peristiwa yang lebih mengerikan dari
PD-1 dan PD-2) yang pada umumnya diprediksi akan terjadi pada tahun
2012. Ekspektasi tersebut bukan tanpa alasan sebab dapat dibuktikan
secara logis berdasarkan perkembangan situasi politik, militer dan
pengaruh ekonomi Global yang terjadi saat ini.
Berawal dari sebuah mega proyek, New
World Order atau One World Goverment atau sering diistilahkan dengan
sebutan “Globalisasi” telah tercatat dalam program utama negara AS
dalam Patriot Act yang merupakan bagian UU yang paling besar
pengaruhnya di AS.
NWO/ OWG berorientasi pada
penyatuan ekonomi dunia dalam pengaruh AS tersebut mendapat tantangan
dari Rusia dan China sebagai negara yang paling diperkirakan oleh AS
dan sekutunya sebagai negara yang dapat mempengaruhi program tersebut
berjalan dengan segera atau tidak sama sekali.
Potensi itu semakin nyata tatakala
erjadi perpecahan yang terjadi dalam sidang Dewan Keamanan PBB tentang
rencana penegakan demokrasi di Suriah yang telah mendapat penolakan
oleh Rusia dan China. Dalam kapasitas sebagai negara yang paling
diperhitungkan oleh AS kedua negara tersebut dan “sekutunya”
berpotensi menganggu terlaksananya program NWO/OWG. Akibatnya AS, NATO
dan sekutunya tidak dapat menerima begitu saja tantangan yang
diperlihatkan oleh Rusia dan China.
Menarik bagi kita adalah, jika PD-3
itu terjadi dari manakah asal terciptanya jalan menuju PD-3? Apakah
dari Libya, Iran, Mesir, Turki, Israel, China, Rusia ataukah dari
Suriah? Berikut ini kita dapat melihat beberapa ekspektasi dan
pencetus PD-3.
- Program “kemanusiaan untuk Libya” yang dlakukan oleh AS dan NATO di Libya adalah batu loncatan sukses yang ke sekian kalinya diseluruh dunia. Di lain pihak konflik Libya adalah kegagalan Rusia dan China yang kesekian kalinya menghadang laju AS dan sekutunya. Tak heran, kini di Suriah sikap Rusia dan China adalah berkomitmen saling mengisi “kekuatan” mereka agar potensi AS dan sekutunya menuju cita-cita Globalisasi sedikitnya tidak semudah yang dibayangkan AS, NATO dan sekutu dekat AS.
- Iran, telah mengirimkan 15 ribu pasukan elit dari divisi Quds untuk membantu tegaknya pemerintahan Suriah di bawah rezim Assad.
- Rusia telah mengirimkan 36 kapal perang dan 120 pesawat tempur untuk Suriah dalam kontrak senilai $.550.000.000, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar Kommersant (24/1), mengutip sumber mereka pedagang senjata Rosoboronexport. Tentunya pemerintah Rusia menolak memberikan kebenaran berita tersebut karena sama halnya menentang terang-terangan embargo senjata yang diterapkan oleh PBB dan Uni Eropa terhadap Suriah.(sumber : http://www.infowars.com/russia-to-deliver-combat-jets-to-syria/).
- Pasukan Suriah sendiri diberitakan telah berada pada posisi di perbatasan Israel. Meskipun tujuannya adalah untuk mengejar pasukan pembebasan suriah (FSA) namun posisi mereka di dataran tinggi Golan telah membuat Israel menyiapkan ratusan pasukan dan menebar ranjau-ranjau di perbatasan. Dalam prinsip hubungan internasional, menggelar pasukan dalam jumlah besar ke perbatasan negara lainnya dapat diartikan sebagai sebuah provokasi dan menantang.
- Turki telah didesak oleh Uni Eropa agar dikeluarkan dari organisasi tersebut. Turki dianggap terlalu memanfaatkan organisasi itu untuk kepentingan politiknya ketimbang ekonominya terutama dalam memandang Israel sebagai musuh baru mereka, namun sebaliknya mulai merapat ke Iran.
- China, telah memberikan signal pada AS bahwa mereka memiliki hubungan dengan Suriah dari era Hafiz al Assad (ayah Bashir al Assad). China berpendapat, Suriah adalah terminal dagang penting. Tentu China tidak akan melepas hancurnya Suriah begitu saja karena China melihat pemerintah Suriah yang baru nanti adalah berhaluan ke Barat.
- Mesir, telah memperlihatkan sikap kurang bersahabat dengan Israel dan terindikasi menhancurkan perjanjian Camp David yang dirilis oleh mantan presdien Anwar Sadat, Jimy Carter dan Manachem Begin (1972). Banyak ekspektasi melihat bahwa usia perjanjian tersebut -dikaitkan dengan dominasi anti rezim Hosni Mobarak- akan segara tamat riwayatnya.
- Rusia telah menegur Perancis akibat terlalu keras dan “berlebihan” menentang Rusia dalam sikapnya terhadap Suriah. Presiden Rusia Dimitri Medvedev sebagaimana dilansir dalam “Breaking News” Press TV (10/2) menulis ukuran besar betapa marahnya Rusia terhadap Sarkozi yang terus mengomel seperti Nyonya besar terhadap pembantu rumah tangganya yang berbuat salah.
- India dan Pakistan akan terlibat perang rudal. India telah mendapat pasokan militer dari AS akan berada di atas angin karena unggul dalam kualitas teknologi. Sebaliknya Pakistan akan meminta bantuan Iran dan China serta Rusia.
- Iraq kembali bergolak. Kelompok perlawanan yang hancur dalam pendudukan AS akan muncul kembali melawan pemerintahan bentukan AS. Kelompok perlawanan tersebut dari berbagai lapisan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan bentukan AS.
- Afghanistan kembali marak. Kelompok Al-Qaeda dan Taliban akan berjuang bersama-sama mengguling pemerintahan bentukan AS. Setalah itu antara Talbiban dan Al-qaeda akan terlibat “adu jotos” . Kondisi ini jelas memperburuk kawasan Pakistan, Iran, Irak dan Afghanistan sendiri.
- Korea Utara jelas beraliansi dengan Suriah. Menurut Fidel Castro, AS cepat atau lambat pasti akan menyerang Korut. Israel menduga bahwa Korea Utara telah memberikan bantuan penting pada program rudal Iran dan Suriah.
- Sikap Mesir kali ini lebih memihak kepada rezim Assad telah membuat opisisi Suriah dan Barat sedikit kuatir dengan Mesir. Baru-baru ini Mesir bahkan telah mengirimkan Dubesnya yang baru untuk Suriah yang memberi pesan secara implisit kepada dunia bahwa mereka mendukung eksistensi dengan Suriah. Hubungan historis penuh damai antara Mesir dan Suriah tidak diragukan lagi.
- Libya kembali bergolak dimana pendukung setia Khadafi akan melakukan pembalasan.
- Libanon akan membara kembali karena Israel akan menusuk dari Lebanon Utara untuk melumpuhkan perlawanan dendam melawan Hezbollah. Setelah itu Israel menganeksasi Suriah dengan alasan mengurangi determinasi Iran di kawasan tersebut.
- Organisasi Al-Qaeda disusupkan ke Suriah untuk melakukan sabotase dan serangan terhadap legiun Iran dan Rusia.
- Perancis akan melakukan peran penting di Suriah terutama sekali adalah corong AS dalam memberitakan informasi dan menciptakan kondisi sesuai “strategi khusus” dalam rencana penegakan Demokrasi untuk Suriah.
- Negara-negara Arab terpecah karena tekanan dan pengaruh kelompok Ihwanul Muslimin yang meminta dukungan AS dalam mematahkan dominasi penguasa setempat. Demi eksistensi dan terjaminnya kekuasaan mereka, para pemimpin Arab setuju memberikan dukungan kepada Ikhwanul Muslimin dan AS.
- Korea Utara dan Korea Selatan terlibat perang terbuka di Laut Kuning. China memainkan peranan pentng membela Korut. Korea Selatan kemungkinan besar akan kewalahan menghadapi tekanan hebat dari Korut dan China.’
- Australia menebarkan teror di kawasan Asia Tenggara khususnya dengan Indonesia. Beberapa pulai terluar terpaksa diserahkan dengan alasan menjadi basis militer dan logisitik untuk membantu Korea Selatan dari terkaman China dan Korea Utara.
Melihat fakta dan data di atas,
bersiap-siaplah menghadapi PD-3 karena PD-3 memang merupakan skenario
yang dibuat oleh AS dalam program New World Order atau One World
Goverment disebutkan di atas. Dengan program tersebut dapat dilihat
eskalasi militer terjadi mulai dari Mediterania (Libya, Suriah,
Lebanon, Iran) sampai ke Laut Cina Selatan (RRC, Korut dan Rusia) telah
menjadi target AS untuk mewujudkan pemerintahan satu dunia
(Globalisasi) melalui pengaruh politik dengan cara perang.
Sayangnya tujuan tersebut ternyata
hanya menyengsarakan manusia di atas muka bumi akibat penggunaan
senjata berteknologi tinggi. Tidak ada yang tersisa untuk dunia setelah
itu. Maka tak heran Alber Einsten yang mengetahui persis dampak
penggunaan teknologi nuklir untuk bererang hanya bisa memberi analisa
singkatnya saja : “Saya tidak tahu dengan senjata apa Perang Dunia
III akan dipertarungkan, tetapi Perang Dunia IV akan dipertarungkan
dengan tongkat dan batu.”
Jadi darimanakah awalnya PD-3 itu terjadi? Dari program NWO/ OWG (sebuah proyek dominasi politik dan ekonomi berbasis perang), ataukah karena semakin banyak negara-negara yang menentang kedigdayaan AS NATO dan Sekutu dekatnya?
Jangan-jangan inikah yang dimaksud
oleh suku Maya, bahwa dunia akan “kiamat” pada tanggal 21/12/2012…?
Semoga peprangan mematikan itu tidak akan pernah terjadi. Sulit
membayangkan orang tua kita, anak-anak dan cucu serta saudara yang kita
cintai menjadi korban sia-sia akibat kebuasan politik dan ekonomi
pihak-pihak yang tamak dan rakus untuk kepentingan hedonisme semata..